Museum Musik Yogyakarta

Saya membayangkan, seandainya koleksi-koleksi itu bisa dikumpulkan, kemudian diformat dalam bentuk audio dan video modern (berhak cipta tentunya), disimpan di sebuah tempat (museum musik) yang representatif, disajikan kepada masyarakat melalui headpone dengan layar monitor komputer—dilengkapi pula referensi tentang band, musisi, dan lyric yang cukup—dst… alangkah manisnya. Akan sangat membantu dan memudahkan masyarakat penikmat musik (selain melalui radio) mengapresiasi karya-karya musik Bacamarte (Brasil), Le Orme (Itali), Yezda Urfa (Amerika), Carptree (Swedia), Quidam (Polandia), After Crying (Hungaria), Nexus (Argentina), Ars Nova (Jepang), Ark (Norwegia), Kayak (Belanda), Tangerine Dream (Jerman), Manudibango (Afrika), IQ (Inggris) dsb. Atau memanjakan penikmat musik yang ingin sekadar bernostalgia mendengarkan Bali Agung (Eberhard Soener), Alam Raya (Abbhama), dan Nonton Bioskop (Bing Slamet) misalnya. [More]

One Response to this post.

  1. Mr WordPress's Gravatar

    Posted by Mr WordPress on 18.01.09 at 11:56 pm

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.

Respond to this post